Tiktakborneo.com – BALIKPAPAN — Program Beasiswa GratisPol yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) terus memberikan dampak nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Program tersebut dinilai menjadi solusi strategis bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, terutama mereka yang belum terakomodasi dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si., mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, hampir 3.000 mahasiswa Poltekba telah menerima manfaat dari program GratisPol. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran program dalam membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah.
“Pada tahun 2025, hampir 3.000 mahasiswa Poltekba telah terfasilitasi melalui beasiswa GratisPol. Program ini sangat membantu, khususnya bagi orang tua mahasiswa yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka,” ujar Candra.
Menurutnya, kehadiran GratisPol memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan studi mahasiswa. Banyak keluarga yang sebelumnya menghadapi tekanan ekonomi kini merasa lebih tenang karena biaya pendidikan anak mereka telah terbantu melalui program tersebut.
Ia menegaskan, GratisPol tidak hanya berfungsi sebagai bantuan finansial, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan tinggi.
“Bagi mahasiswa yang tidak terakomodasi dalam KIP Kuliah, GratisPol menjadi penyelamat karena memberikan kesempatan bagi mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” katanya.
Candra menilai jumlah penerima manfaat yang mencapai hampir 3.000 mahasiswa di Poltekba menjadi indikator tingginya kebutuhan masyarakat terhadap dukungan pembiayaan pendidikan. Menurutnya, angka tersebut tidak sekadar statistik, tetapi menggambarkan masih banyaknya mahasiswa yang membutuhkan bantuan agar dapat menyelesaikan studi.
Selain membantu mencegah mahasiswa putus kuliah akibat kendala ekonomi, program ini juga dinilai memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Usulkan Penguatan Sistem Verifikasi
Di balik keberhasilan pelaksanaannya, Poltekba juga memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan program, khususnya terkait sistem pendataan dan verifikasi penerima beasiswa.
Candra mengusulkan agar mekanisme verifikasi manual di tingkat kampus tetap diterapkan sebagai pelengkap sistem basis data yang dikelola Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan adanya perbedaan atau ketidaksesuaian data administrasi.
“Perlu ada verifikasi manual di internal Poltekba. Jadi ketika terdapat perbedaan atau kerancuan data pada database provinsi, kami memiliki data pembanding yang lebih akurat,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi antara sistem digital dan verifikasi manual akan meningkatkan akurasi data, transparansi, serta memastikan bantuan benar-benar diterima mahasiswa yang berhak.
Penyaluran Berjalan Lancar
Candra memastikan bahwa secara umum pelaksanaan dan penyaluran Beasiswa GratisPol di Poltekba berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Seluruh proses distribusi bantuan kepada mahasiswa berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Atas keberlangsungan program tersebut, Poltekba menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Gubernur Kalimantan Timur, yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung peningkatan akses pendidikan tinggi.
“Alhamdulillah, pendistribusian berjalan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Timur atas program ini. Harapan kami, GratisPol dapat terus berlanjut dan semakin disempurnakan karena manfaatnya sangat besar bagi mahasiswa,” tutur Candra.
Ke depan, Poltekba berharap Program GratisPol tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan, baik dari sisi tata kelola, sistem verifikasi, maupun perluasan cakupan penerima manfaat.
Dengan hampir 3.000 mahasiswa penerima manfaat hanya di satu perguruan tinggi, GratisPol dinilai telah menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di masa depan.(*/ade)









