tiktak borneo

Menuai Respons Positif, Kualitas Program Seragam Gratis Kaltim Dipuji Siswa

Tiktakborneo.com – SAMARINDA – Program bantuan sekolah Gratispol yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tahun 2025 sukses menuai respons positif dari masyarakat. Meski sempat diwarnai kendala teknis terkait ukuran, bantuan senilai total Rp65 miliar tersebut terbukti meringankan beban ekonomi orang tua dan memberikan kenyamanan bagi ribuan siswa SMA, SMK, dan SLB di Bumi Etam.

Program ini menyasar sekitar 65 ribu siswa baru kelas 10, dengan menyediakan paket lengkap mulai dari seragam putih abu-abu, hijab, tas, sepatu, topi, dasi, sabuk, hingga kaos kaki.

Di lapangan, para siswa mengakui kualitas barang yang diterima melampaui ekspektasi. Maliqa Nuur Shafa Sufiana, siswi SMAN 16 Samarinda, menuturkan bahwa bahan seragam yang diberikan justru terasa lebih nyaman dan adem saat dikenakan dibandingkan koleksi pribadi miliknya.

“Proses pendataannya tidak rumit. Pas masuk sekolah, kami langsung didata ukurannya. Memang ada sedikit masalah di awal karena saya sempat mendapat seragam lengan pendek, tapi pihak sekolah segera membantu proses penukarannya,” ujar Maliqa, Kamis (21/5/2026).

Senada, rekan sekolahnya, Christian Naek Hamonangan Tambun, merasakan manfaat nyata dari bantuan tersebut. Meski sempat menemui kendala ukuran sepatu yang terasa lebih besar dari standar biasanya, ia menilai kualitas perlengkapan sekolah yang diberikan sangat layak pakai.

“Barang-barangnya sangat berguna untuk aktivitas sehari-hari. Soal ukuran, kami bisa saling tukar dengan teman yang kebetulan memiliki kendala serupa. Secara keseluruhan, ini sangat membantu,” ungkap Christian.

Dari sisi Pemerintah Provinsi, Penelaah Teknis Kebijakan/PPTK Disdikbud Kaltim, Priangga, menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian tinggi pada aspek kualitas. Untuk memastikan standar kenyamanan, seluruh bahan telah melalui uji laboratorium Kementerian Perdagangan.

Terkait isu anggaran, Priangga meluruskan bahwa angka Rp1 juta per siswa yang beredar merupakan pagu anggaran, bukan nilai kontrak akhir per paket. Ia memastikan proses pengadaan dilakukan melalui negosiasi efisien tanpa mengorbankan kualitas.

“Kami sangat mengutamakan kualitas produk karena harapan Pak Gubernur bantuan ini benar-benar terasa seperti hadiah bagi siswa. Terkait produksi, memang dilakukan di luar Kaltim karena belum ada pabrik konveksi di daerah yang mampu memproduksi puluhan ribu paket dalam waktu singkat,” tutur Priangga.

Menanggapi kendala teknis yang sempat dialami siswa, Disdikbud Kaltim telah menyiapkan layanan after sales selama tiga bulan. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap siswa mendapatkan perlengkapan dengan ukuran yang tepat.

Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa dari total 60 ribu paket yang terdistribusi, angka komplain atau retur barang sangat minim, yakni di bawah 100 kasus dan seluruhnya telah diselesaikan melalui koordinasi dengan pihak sekolah dan penyedia.(*/ade)