TIKTAKBORNEO.COM – BALIKPAPAN – Upaya pemberantasan narkotika di Kalimantan Timur kembali tercoreng setelah seorang perwira polisi yang bertugas di bidang penindakan narkoba diduga ikut terseret dalam kasus peredaran barang haram tersebut.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim dikabarkan mengamankan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Kartanegara, AKP Yohanes Bonar Adiguna. Ia diduga memiliki keterkaitan dengan perkara narkotika yang saat ini masih dalam pengembangan penyidik.
Kabar pengamanan itu dibenarkan Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/5/2026).
“Benar, yang bersangkutan diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim,” ujarnya singkat.
Meski demikian, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci terkait peran AKP Yohanes dalam perkara tersebut. Penyidik masih mendalami kasus dan melakukan pengembangan lebih lanjut.
“Masih dalam pengembangan, jadi belum bisa disampaikan lebih rinci,” tambah Yuliyanto.
Munculnya kasus ini kembali menjadi perhatian publik, terlebih karena melibatkan aparat penegak hukum yang selama ini berada di garis depan dalam pemberantasan narkoba. Situasi tersebut pun memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan internal dan komitmen institusi dalam membersihkan penyalahgunaan narkotika di tubuh kepolisian.
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri juga tengah mengusut dugaan keterlibatan mantan Kasatresnarkoba Polres Kutai Barat, AKP Deky Jonathan Sasiang.
Nama AKP Deky mencuat setelah Mabes Polri mengambil alih pengembangan kasus jaringan narkoba yang diduga dikendalikan bandar bernama Ishak, yang lebih dahulu diamankan aparat Polsek Melak, Kutai Barat, pada Februari lalu.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menyebut penyidik menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan keterlibatan mantan perwira Polres Kutai Barat tersebut dalam jaringan peredaran narkotika.
Saat ini AKP Deky masih menjalani pemeriksaan etik di Penempatan Khusus (Patsus) Divisi Propam Polda Kaltim, sementara proses pidananya terus berjalan.
Rangkaian kasus yang melibatkan oknum aparat ini dinilai menjadi peringatan serius bagi institusi penegak hukum. Di tengah gencarnya perang melawan narkoba, masyarakat berharap aparat tidak justru terlibat dalam lingkaran kejahatan yang selama ini mereka berantas.(*/ade)