DPRD PPU Nilai Program Pelatihan BLK PPU Tidak Efektif

banner 468x60

TIKTAKBORNEO.COM – PENAJAM – Program pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapat sorotan tajam dari DPRD setempat. Legislatif menilai program yang menelan anggaran besar ini memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja yang sangat rendah, mendorong permintaan evaluasi total terhadap model pelatihan ke luar daerah.

Anggota Komisi I DPRD PPU, Bijak Ilhamdani, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2023 hingga 2024, Pemkab mengirimkan banyak peserta pelatihan ke BLK di Solo dan Semarang. Namun, hasil akhirnya jauh dari target.

“Itu contoh paling jelas. Anggaran besar, tapi yang terserap kerja setelah pulang pelatihan itu di bawah 25 persen. Sangat sedikit,” ujar Bijak, Jumat (28/11/2025).

Bijak menegaskan bahwa tujuan pelatihan BLK adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Namun, ketika hasil akhir tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, pemerintah daerah harus berani mengevaluasi efektivitas program tersebut.

“Kalau BLK itu menyerap begitu banyak anggaran sementara penyerapan kerjanya minim, ya harus dievaluasi. Kita tidak bisa terus menerus mengulang pola yang sama,” katanya.

Ia menyarankan, jika anggaran besar tetap digunakan hanya untuk pelatihan tanpa jaminan serapan kerja, lebih baik pemerintah daerah mengalihkannya untuk hal yang lebih konkret, seperti menciptakan lapangan kerja langsung yang dikelola Pemda sendiri.

“Anggarannya sama, tapi dampaknya bisa jauh lebih besar kalau kita buka lapangan kerja langsung. Pemerintah daerah merekrut sendiri tenaga itu, lebih efektif daripada mengandalkan pelatihan yang hasilnya kecil,” tuturnya.

Dirinya berharap evaluasi menyeluruh dapat dilakukan dalam waktu dekat agar pola pengembangan tenaga kerja lokal PPU lebih adaptif dan efisien. Pelatihan, menurutnya, tidak perlu dihilangkan, tetapi wajib disesuaikan agar lebih tepat sasaran dan benar-benar memenuhi kebutuhan industri PPU.

“Pelatihan bisa tetap, tapi harus realistis. Jangan memaksakan model yang tidak memberikan hasil nyata. Setiap rupiah anggaran harus berdampak,” pungkasnya.(adv/lov)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *